Selasa, 05 Juni 2012

APEL: LAPORAN HASIL PENELITIAN APEL EKSTRA KIR MTSN REJOSO KAB.PASURUAN


Pencegahan timbulnya warna kecoklatan pada buah apel yang sudah di kupas



 














                                                  Penyusun
1.     Moch. Irsyadul Ibad
2.     M. Sirojudin
3.     Nurul Yakin
4.     Durrotun Nasikhin









Madrasah Tsanawiyah Negeri Rejoso
Jalan Raya Arjosari, Rejoso Pasuruan
Tahun   2011


BAB I
PENDAHULUAN


1.       1 Latar Belakang

Apel, siapa yang tidak kenal buah ini? Buah ini mudah didapatkan di berbagai tempat penjualan buah. Berbagai jenis dan warna buah apel di mana-mana. Buah apel yang disukai karena rasanya yang khas.
Proses pencoklatan ada dua macam yaitu pencokltan enzimatis dan pencoklatan non enzimatis. Buah apel tergolong pada pencokltan enzimatis, hal ini dikarenakan buah apel atau buah-buahan pada umumnya banyak mengandung substrat senyawa fenolik. Ada banyak sekali senyawa fenolik yang dapat yang bertindak sebagai rubstrat dalam proses pencoklatan enzimatik pada buah-buahan dan sayuran. Di samping katekin dan turunnya seperti tirosin, asam kafeat, asam klorogenat, serta leukoantosianin dapat menjadi substrat proses pencoklatan. Pencoklatan pada buah apel dan juga buah lain juga disebabkan oleh aktifitas enzim polypenol oxidase, yang dengan bantuan oksigen akan mengubah gugus monophenol menjadi O-hidroksi phenol, yang selanjutnya diubah lagi menjadi O-kuinon. Gugus O-kuinon inilah yang membentuk warna coklat.
Manfaat buah apel bagi kesehatan antara lain membantu pencernaan, anemia, kelemahan, perawatan gigi, penyakit jantung, rematik, gangguan mata, perawatan kulit, asam urat, dan desentri.

1. 2 Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang diuraikan pada latar belakang diatas, adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana  upaya mempertahankan apel supaya tidak berubah warna menjadi coklat tanpa harus di masukkan kedalam lemari es, melalui pemanfaatan bahan-bahan yang ada disekitar kita dengan tidak mengeluarkan banyak biaya?
1. 3 Tujuan dan Manfaat Penelitian
Penelitian karya ilmiah ini bertujuan:
1.     Mencari upaya lain dalam upaya mencegah berubahnya warna apel menjadi coklat
2.     Mencoba melakukan kegiatan ilmiah sebagai solusi menjawab persoalan yang muncul di tengah-tengah masyarakat
Adapun manfaat penelitian ini bagi masyarakat adalah bisa menjaga kesegaran buah apel lebih lama, tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.
1. 4 Sistematika Penulisan
            Karya ilimiah ini terdiri dari 5 bab dan beberapa lembar lainnya. Bab I adalah Pendahuluan, yang terdiri dari Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, dan Sistematika Penulisan.
            Pada bab II dijelaskan tentang Tinjauan Pustaka, yang diuraikan atas Kandungan Buah Apel, Klasifikasi Buah Apel, Kandungan Belimbing Wuluh, Manfaat Belimbing Wuluh, dan Klasifikasi Belimbing Wuluh.
            Bab III berisi Metode Penelitian, sedangkan bab IV dijelaskan tentang pencegahan buah apel agar tidak berubah warna menjadi coklat, yang diuraikan lagi atas Alat dan Bahan,Cara Kerja, dan Tabel Hasil Pengamatan.
            Karya ilmiah ini ditutup dengan bagian penutup yang berisi Kesimpulan dan Saran. Sebagai pertanggungjawaban disertakan pula Daftar Pustaka.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2. 1 Kandungan Buah Apel
Ape banyak memiliki kandungan vitamin dan mineral serta unsur lain seperti fitokimian, serat, tanin, baron, flavoid, asam D-glucaric, quercetin, asam tartar, dan lain-lainnya. Zat inilah yang sangat diperlukan bagi tubuh kita untuk mencegah dan menanggulangi berbagai penyakit. Untuk selanjutnya akan dibahas tentang apa saja yang terkandung dalam buah apel?
Kaya vitamin
Buah apel kaya akan vitamin. Beberapa vitamin yang terdapat dalam buah apel, misalnya vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, vitamin B3, vitamin B5, vitamin B6, vitamin B9, vitamin C.
Kaya mineral
Buah apel banyak mengandung mineral. Mineral dalam buah apel antara lain kalsium,magnesium, protasium, zat besi, dan zinc.
Fitokimia
Buah apel juga mengandung fitokimia. Fitokimia merupakan antioksidan untuk melawan radikal bebas yang berasal dari polusi atau lingkungan sekitar. Zat ini juga berfungsi untuk menekan jumlah kolesterol jahat (LDL) yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah.
Kaya serat
Apel kaya akan serat, sehingga baik untuk orang yang sedang dalam program diet. Hal ini disebabkan karena serat yang tinggi sehingga mencegah lapar lebih cepat.
Serat untuk mengurangi lemak dan kolestrol 
Buah apel mengandung serat yang berguna mengikat lemak dan kolestrol jahat dalam tubuh untuk selanjutnya dibuang.
Tanin
Buah apel juga memiliki kandungan tanin. Tanin adalah zat yang berfungsi membersihkan dan menyegarkan mulut, sehingga dapat mencegah kerusakan gigi dan penyakit gusi.
Baron
Didalam buah apel terdapat baron. Apakah baron itu? Baron berfungsi mempertahankan jumlah estrogen dalm tubuh seorang wanita.
Flavoid
Salah satu knadungan buah apel yang baik untuk mencegah penyakit adalh flavoid.  Flavoid merupakan zat yang berfungsi menurunkan risiko kanker.
Asam D-glucaric
Apakah Asam D-glucaric itu? Asam D-glucaric merupakn zat yang dapat menurunkan kadar kolesterol. Asam D-glucaric juga terdapat didalm buah apel.
Quercetin
Quercetin merupakn zat yang dibutuhkan untuk meningkatkan kadar antioksidan sehingga tubuh terasa lebih sehat dan mencegah berbagai penyakit.
Asam tartar
Didalam buah apel juga terdapat asam tartar. Asam tartar yang dapat menyehatkan saluran pencernaan, karena zat ini mampu membunuh bakteri yang ada dalam saluran pencernaan.
2. 2 Klasifikasi Buah Apel
Famili Rosacae terbagi menjadi dua subfamily, yaitu Pomoideae dan Prunoideae. Bunga dari kedua subfamily tersebut muncul pada cabang yang sangat pendek, yang disebut spurs. Tanaman apel yang ada sekarang ini diduga merupakan hibrida dari berbagai macam spesies yaitu, M.sylvestris Miller, M. dasyphyla Borkh, M.pumila Miller,dan bebrapa spesies dari Asia. Malus sylvestris Miller banyak dipelihara di Benua Eropa hingga Turkistan Barat. M. pumilla Miller banyak dipelihara orang di Semenanjung Balkan hingga Rusia dan beberapa spesies  dari Asia (M. baccata). Genus Mallus mempunyai sekitar 25-30 spesies. Beberapa spesies dapat mengadakan crossing secara bebas karena diduga tanaman tersebut tidak ada yang bersifat self incompatability (Brown, 1975).
Atas dasar fenomena alam tersebut, pada saat ini jenis tanaman apel yang dibudidayakan diseluruh dunia sangat banyak, yaitu sekitar sribu kultivar. Yang terbanyak terdapat didaerah subtropics (Kusumo dan Verheij, 1995). Jenis tanaman apel yang banyak ditanam oleh petani Indonesia adalah ‘rome beauty’ selain ‘manalagi’ dan ‘princes noble’. Kultivar manalagi diduga merupakan klon tua sejak zaman Belanda. Kultivar tersebut juga mirip dengan golden delicios yang terkenal di Australia.



2. 3 Kandungan Belimbing Wuluh
Kandungan gizi belimbing wuluh per 100 g bagian yang bisa dimakan :
¯  Kelembaban 94,2-94,7 g
¯  Protein 0,61 g
¯  Ash 0,31-0,40 g
¯  Fiber 0,6 g
¯  Fosfor 11,1 mg
¯  3,4 mg Kalsium
¯  Besi,01 mg
¯  Thiamine 0,010 mg
¯  Riboflavin 0,026 mg
¯  Karoten 0,035 mg
¯  Ascorbic Acid 15,5 mg
¯  Niacin 0,302 mg
Buah, daun, dan batang dari belimbing wuluh semuanya  bisa dimanfaatkan, karena mengandung bebrapa zat kimia, seperti saponin, tanin, glucoside, kalsium oksalat, sulfur, asam format, dan peroksidase yang terkandung pada batang belimbing wuluh. Juga tanin, tanin, sulfur, asam sulfat, peroksidase, kalsium oksalat, dan kalium sitrat pada daunnya. Sedangkan buah belimbing wuluh sendiri berkhasiat sebagai analgesik,  dan diuretik.
2. 4 Manfaat Belimbing Wuluh
Belimbing wuluh dapat dimanfaatkan sebagai sirup, bumbu masakan atau sayur, membersihkan noda pakaian, mengkilatkan barang-barang dari kuningan, dan sebagai bahan obat tradisional.
            Bunga belimbing wuluh dapat digunakan sebagai obat sariawan dan batuk. Sedangkan daunnya dapat mengobati perut sakit, gondok (parotitis),  tekanan darah tinggi dan rematik. Buah belimbing wuluh berkhasiat sebagai obat tradisional untuk batuk rejan, gusi berdarah, sariawan, sakit gigi berlubang, jerawat, panu, tekanan darah tinggi, kelumpuhan, gangguan pencernaan, dan radang rektum.
           
2. 5 Klasifikasi  Belimbing wuluh
Belimbing wuluh atau disebut juga belimbing sayur, belimbing asam, atau belimbing buluh dengan nama latin Averhoa belimbi merupakan tanaman yang mempunyai buah asam yang kaya khasiat, sering digunakan sebagai bumbu campuran atau campuran jamu.
Belimbing wuluh atau belimbing sayur diduga bearsal dari Kepulauan Maluku dan kini tersebar ke seluruh Indonesia dan negara-negara sekitar seperti Filipina, Myanmar, dan Srilangka.
Belimbing wuluh dikenal dengan berbagai daerah dengan nama yang berbeda, seperti: limeng, selimeng (Aceh), Selemeng (Gayo), asom belimbing, balimbingan (Batak), malimbi (Nias). Balimbeng (Minangkabau), belimbing asam (Melayu), balimbing (Lampung), belimbing wuluh (Jawa), calincing wulet (Sunda), bhalingbhing bulu (Madura), belimbing buloh (Bali), limbi (Bima), libi (Sawu), balimbeng (Flores), belerang (Sangi), lumpias, rumpeasa dureng, wulidan, lopias, lembetue (Gorontalo), bainang (Makasar), calene (Bugis), takurela (Ambon), kerbol (Timor), malibi (Halmahera), uteke (Papua). Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai  cucumber tree atau balimbi.
          Klasifikasi ilmiah belimbing wuluh:
Kerajaan: Plantae; Divisi: Magnoliophyta; Kelas: Magnoliopsida; Ordo: Oxalidales; Famili: Oxalidaceae; Genus: Averrhoa; Spesies: Averhoa bilimbi. Nama Indonesia: belimbing wuluh, belimbing sayur, belimbing asam.







BAB III
METODE PENELITIAN
Dalam penelitian hingga penyusunan  karya ilmiah ini digunanakan metode ilmiah, berupa kepustakaan dan eksperimen/percobaan, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
   1.      Pengumpulan data kepustakan dan bahan/alat yang berkaitan dengan objek penelitian
   2.      Melakukan observasi (pengamatan) untuk mengetahui sejauh mana hasil 3. yang didapat dari uji coba yang dilakukan
   3.      Melakukan kesimpulan dari hasil uji coba.

Eksperimen dilaksanakan di MTsN Rejoso, Hari Rabu tanggal .......... Oktober 2011




















BAB IV
DATA DAN PEMBAHASAN
4. 1 Alat dan Bahan
1. pisau                        : 1
2. gelas akua                : 14 buah
3. air                            : 1 gelas akua
4. apel                          : 2 buah
5. jeruk nipis                : 1,5 biji
6. belimbing wuluh     : 5 biji
7. cuka                         : 1
8. garam                      : 0.5 sendok
9. asam                        : 2 bungkus
Gelas 1 berisi : Tanpa larutan
Gelas 2 berisi : Air belimbing wuluh
Gelas 3 berisi : Air biasa
Gelas 4 berisi : Air asam
Gelas 5 berisi : Jeruk nipis + air
Gelas 6 berisi : Garam + air
Gelas 7 berisi : Cuka

4. 2 Cara Kerja:
  1. Kupas buah apel
  2. Potong menjadi 7 potong
  3. Rendam masing-masing potongan apel kedalam larutan yg berbeda selama 15 menit.
Setelah 15 menit potongan-potongan apel di keluarkan dari larutan
  1. Mengamati perubahan warna masing-masingpotongan apel






4. 3 Tabel Hasil Pengamatan.
NO.
Perubahan Warna
Rasa

Gelas
Setelah dikupas
15 menit perendaman
15 menit setelah direndam

1.
Gelas 1
Tetap
Ada coklat coklatnya
Agak kecoklatan
Tetap
2.
Gelas 2
Tetap
Tetap
Tetap
Tetap
3.
Gelas 3
Tetap
Agak kecoklatan
Agak kecoklatan
Tetap
4.
Gelas 4
Tetap
Tetap
Ada coklat coklatnya
Biasa
5.
Gelas 5
Tetap
Tetap
Agak kecoklatan
Agak asam
6.
Gelas 6
Tetap
Agak kekuning kuningan
Agak kecoklatan
Asin
7.
Gelas 7
Tetap
Agak kecoklatan
Coklat
Agak asam


Foto hasil eksperimen
















BAB V
PENUTUP
5. 1 Kesimpulan.
Dari hasil eksperimen dan hasil pengamatan maka dapat disimpulkan antara lain :
  1. Air belimbing wuluh bisa mencegah warna apel agar tidak menjadi coklat
  2. Air belimbing wuluh tidak merubah rasa buah apel yang sudah di rendam

5. 2 Saran.
  1. Sebaiknya gunakan air belimbing wuluh untuk merendam apel yang sudah dikupas supaya warna dan rasanya tetap, sehingga tetap menarik untuk disajikan
  2. Ketika anda membeli apel pastikan jangan membeli apel yang memiliki larutan karena apel tersebut telah kehilangan sebagian besar manfaat kesehatan dan nilai gizi.

















DAFTAR PUSTAKA
Sumber nilai gizi belimbing wuluh :





2 komentar: